“POTRET LAIN” KOTA BANDUNG





Anak kecil itu tertidur pulas bersama ibunya di jalanan kota


   Saat menapakkan kaki di jalan Asia- Afrika Kota Bandung, kita akan dihadapkan pada sebuh tulisan “ Bumi Pasundan diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum”.
 
 Ungkapan  itu terus terngiang saat kami menyusuri jalan menuju dunia gemerlap kota Bandung yaitu Braga, sepanjang jalan yang selalu bangga menampilkan kehidupan malamnya. Jalanan yang penuh dengan bangunan berkerlap-kerlip cahaya lampu diiringi dengan alunan lagu yang begitu kuat,  membuatnya tetap terjaga dikala yang lain sedang tertidur pulas.  

Braga, destinasi wisata malam yang berani menyajikan potret lain dari kota Bandung.
Bukan hanya tentang kuliner dan hiburan yang disajikan, tapi juga berhasil menunjukkan potret mini kehidupan yang layaknya anak tangga. Banyak yang berhasil hingga ke anak tangga terakhir tapi banyak pula yang masih tersendat di anak tangga pertama.

Seorang ibu bersama putrinya ini contohnya. Mereka tertidur pulas di trotoar jalan Braga di kala begitu banyak orang lalu-lalang. Mereka tidur di ruang terbuka dengan beratapkan langit malam dan beralaskan kardus bekas. Tanpa selimut, tanpa bantal dan tanpa penghangat. 


Setiap waktu dan hampir di setiap sudut kota Bandung kita dapat melihat pemandangan serupa. Banyak anak-anak yang seharusnya mendapat pendidikan tapi harus berjuang untuk mendapatkan uang.


Lalu bagaimana kepedulian orang disekitar mereka? Kemana perginya orang-orang yang katanya sudah sampai ke puncak tangga tertinggi itu? Apa yang mereka pikirkan saat melihat anak sekecil itu harus berkelahi dengan waktu hanya untuk mencari makan bukan untuk masa depan.


Jika tetap begini, satu hal yang patut kita pertanyakan. Apakah senyuman itu masih melekat di Bumi Pasundan ini?




Komentar

Postingan Populer