Kenapa harus jalan kaki?
Cerita ini adalah pengalaman bodohku bersama dua sahabat yang selalu jadi partner nge-bolangku, Yessi dan Gisel.
Hari itu kami semua baru pulang kuliah dan berencana buat makan di luar. Karena kami kuliah di kampus yang beda jadi janjiannya malam. Biasanya kami cari makan di tempat langganan kami -Upnormal, tapi kali ini Yessi menyarankan buat makan ke Braga.
Dengan menggunakan jasa ojek online kami pun akhirnya meluncur ke Braga. Ketika di go-car (Maap sebut merk) ada beberapa kejadian lucu dan menggelitik yang sayang banget kalau aku nggak bagikan ke kalian. Semua kejadian lucu ini berawal karena temanku Yessi.
"Braga nya mau kemana mbak?" tanya si mas driver
"Kemana aja deh mas. Saya ikut mas nya aja" jawab temanku Yessi yang kebetulan duduk di depan
Aku dan Gisel yang duduk di belakang tidak bisa berhenti ketawa. Kami membiarkan Yessi mengobrol dengan si driver.
"Jadi mau kemana mbak?? Udah tau mau kemana?"
"Jalan dulu aja mas"
"Memang ke sini mau ngapain mbak?"
"Mau cari tempat makan mas. Yang enak dimana ya?"
"Wah saya juga kurang tau nih mbak"
"Jarang kesini ya mas? Masa sih?"
"Iya mbak"
Aku masih tertawa cekikikan di belakang. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk turun dan setelah lama berkeliling, kami masuk ke Braga Art Cafe yaitu sebuah restoran dengan gaya klasik yang menyajikan berbagai makanan dati dalam dan luar negri demikian juga dengan minuman nya.
Kami menikmati malam kami di restoran ini karena suasananya yang enak, view nya juga menarik. Gaya bangunannya yang unik seperti rumah joglo Jawa itu membuat kami betah disana.
Sekitar pukul setengah 1 subuh kami meninggalkan tempat itu. Karena kami biasa dan suka nongkrong sampai malam, kami masih memikirkan tujuan kami berikutnya yaitu alun-alun kota Bandung. Awalnya kami mau pesan go-car lagi sampai Gisel memutuskan untuk jalan kaki.
"Jalan aja yuk" kata Gisel menyarankan
"Mau jalan? itu jauh loh" sahutku
"Gak papa. Jalan aja ayook. Nanti di jalan aja kita pesan gocar"
"Ayok. Biar turun makananku yang tadi trus nanti bisa makan lagi"lanjut Yessi
Memang gini nih kebiasaan kalau udah ketemu sama 2 orang ini. Gak pernah pikir panjang. Dan akhirnya kami pun jalan dari Braga sampai ke alun-alun dan itu hanya bertiga. Yang lebih parahnya saat itu sudah menunjukkan pukul 1 lebih. Kurang nekat apa coba kami jalan kaki sejauh itu tengah malam, cewek semua lagi. Gila kan??
Sepanjang perjalanan kami, semua orang melihat kami. Orang-orang memandang kami dengan pandangan bingung melihat 3 cewek gila ini. Tapi entah kenapa malam itu kami nggak takut sama sekali. bahkan rasanya benar-benar menikmati moment itu. Kapan lagi coba bisa punya pengalaman paling abstrak dan paling berani begini.
Sekitar pukul 02.00 kami sampai di alun-alun. Kami memutuskan untuk duduk bersantai dulu di kursi jalan yang ada di depan BRI Tower. Dan bego nya, hal yang kami pikirkan selanjutnya adalah pulang.
"Pesan go-car yok buat pulang" celetuk Gisel
"Iya pulang yok" tambah Yessi juga
Gila kan kami. Bego banget gak sih? Setelah jalan sejauh itu ditengah malam, satu-satunya yang kami lakukan setelah sampai di tujuan adalah pesan gocar untuk pulang. Lalu buat apa kami datang sejauh ini ke alun-alun kalau setelah sampe langsung pulang? Kenapa kami harus jalan sejauh ini lalu ujung-ujung nya pesan gocar? Dan yang lebih bego adalah kenapa kami harus pesan gocar nya sekarang setelah jalan kaki ke tempat ini? Kenapa gak langsung pesan gocar aja dari Braga buat pulang?
Bego kan? Iya itu emang bego banget tapi menyenangkan. Apalagi kalau ingat seberapa bego kami saat itu, suka senyum-senyum sendiri.
Bahagia itu memang sederhana. Sesederhana kamu menertawakan keluguan dan kebodohan yang kamu sudah lakukan.
Komentar
Posting Komentar